Pengurus vs Pengawas
Ada yang pernah denger kalimat tersebut ?? Well, as a members of kopma’s Corp. Gw jamin pasti pernah!!, minimal wacananya aja deh..iya ga?! Tapi ada ga’ sih yang ngerti asal muasal+akar masalah yang menyebabkan munculnya fenomena ini??..hehe.statistik menyebutkan 80% responden geleng-geleng kepala, 10% ngilik-ngilik kuping, 5% ngupil sambil sms-an, dan 5% lagi ngucek-ngucek mata..!!? (Nah lho.,ini penelitian apaan..??.) yang jelas banyak dari kita yang menganggap forum, quorum, rapor, raker, rakor, bahkan RAT, sebagai D-Day (istilah untuk hari pertempuran pada perang dunia ke-2).
Bahkan ga’ jarang kesempatan tersebut di pake’ buat memupuk dan menyuburkan konflik personal, maupun intra-personal.(bedanya apa ya..?;) disatu sisi ngotot dengan argumennya, di sisi lain tetep keukeh mempertahankan pendapatnya, syukur-syukur klo bukti dan wacana yang diusung memiliki dasar kompeten, kan bisa nambah pengetahuan, tapi klo ga’ berdasar khan malah ‘tersesat dan menyesatkan’. Klo udah kaya’ gitu, kita perlu bertanya donk..dimanakah sikap profesionalisme dari para akademisi yang katanya intelektual muda penerus generasi bangsa..??(ceileh,..bahasanya.!;) Konflik antara eksekutif dan legislatif, bukan wacana baru dalam dunia organisasi, kita semua pasti ngerti banget..(emang ngerti..?gw ga’ tuh,hehe..!;) ga’ usah ngomongin contoh yang berat-berat deh, di ‘Second home’ kita aja..statistik menyebutkan (nah..lho, statistik lagi deh..!!)90% responden mengatakan ga’ ada masalah antara pengawas dan pengurus..#lho#...5% menanyakan no. Tlp staff (??), 5% bertanya dimana para supervisor?? Sisanya, bingung mau ngapain,??.(nah, makin ga’ nyambung nih..). Ups....kita lupakan saja data statistik!
Back to Main topic.!!well, klo kita fahami lebih jauh, pengawas dan pengurus merupakan Counter Partner, yang harus berjalan seiring dan seirama..disaat pengurus disibukkan dengan tugas eksekutifnya, sekaligus mengembangankan organisasi, ditambah kesibukan akademis yang tak kunjung usai..(Yaelah..ga’ segitu amat kalee..;).otomatis menuntut sistem dan manajemen yang baik, sehingga kadang-kadang visi dan misi utama dalam suatu kepengurusan menjadi sedikit terabaikan,.nah disinilah fungsi pengawas, yang kemudian harus mengingatkan pengurus agar tidak melenceng terlalu jauh..!(keren kan..hehe;) emang sih, kadang dalam implementasinya terlihat seperti saling mencari kesalahan, atau saling menjatuhkan???#lho..# (jangan donk..). dari sisi eksekutif juga harus faham dan mampu mengakomidir kritik, saran, serta masukan dengan lebih bijak..artinya pengurus dan pengawas harus memahami dan konsisten pada misi dan visi yang telah ditetapkan selama masa kepengurusan, dengan meningkatkan profesionalisme, loyalitas, serta totalitas dalam menjalankan fungsinya.
Bagaimana Kopma Corp. bisa berkembang klo konflik internal terus ada, mungkin ini saatnya kita merapatkan barisan, saling mawas diri, untuk kemudian Bangkit, maju ,dan bersatu dibawah bendera Koperasi Mahasiswa UII #MERDEKA...# (apaan coba..;)
(M Firdaus)