Tuesday, July 11, 2006

Makhluk yang Bernama Masalah


Ada sebuah cerita pendek dengan ilustrasi yang menarik, inspired by my friend... sigit. Thanks bro!

Dahulu kala di sebuah kerajaan Takada. Hiduplah seorang raja dengan seorang pembantunya yang sangat bijak lagi setia. si pembantu tersebut terkenal dengan kata-kata "ah, pasti ini ada hikmahnya", karena dia sangat yakin sekali bahwa segala sesuatu yang telah terjadi itu pasti merupakan takdir Allah. Satu hal yang pasti....dimanapun ada raja, pasti disitu ada pembantunya. Mereka berdua sangat akrab sekali, hingga suatu saat...
"Wahai pembantuku, tolong siapkan kuda dan senapan saya. Mari kita pergi berburu", seru sang raja. Dengan bergegas, si pembantu mempersiapkan segala perlengkapannya.
Singkat cerita, mereka berdua sudah berada di hutan untuk melakukan perburuan. Namun sebelum melakukan perburuan, sang raja memerintahkan pembantunya untuk membersihkan senapannya terlebih dahulu.

Dengan perlahan si pembantu mulai membersihkan senapan. mulai dari ujung laras senapan hingga pada akhirnya di bagian pelatuknya. Lalu tiba-tiba "DHUARRR......!!!!", terdengar suara leetupan senapan.
Apa yang terjadi? ternyata karena kecerobohan si pembantu yang membersihkan di bagian pelatuk, meletuslah senapan itu. Tentu saja sang raja yang berada disebelahnya sangat kaget dan berteriak kepada si pembantu, "Hei! apa yang kamu lakukan!!!".
"Ma... maaf baginda, hamba tidak sengaja", jawab si pembantu dengan gemetar. "Untung saja saya tidak kena", kata sang raja sambil memeriksa seluruh anggota badannya. mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Akan tetapi... ketika memeriksa kedua tangannya ia sangat terkejut, karena tangan kanannya berlumuran darah. kejadian itu begitu cepat hingga sang raja tidak menyadari bahwa jempol tangan kanannya sudah hilang tertembak senapan.

Seakan tidak percaya, sang raja berteriak dengan emosi yang meluap-luap. "lancang kau! keteledoranmu membuatku harus kehilangan satu buah jariku". "ma.. ma..af baginda, saya rasa kejadian ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, pasti ada hikmahnya", jawab si pembantu ketakutan.
"Beraninya kau berkata begitu, hikmah apa!!! jelas-jelas aku kehilangan salah satu jariku, masih bisa berkata pasti ada hikmahnya. oke, ini hikmahnya... masuklah engkau ke dalam penjara bawah tanah dengan hukuman seumur hidup!!", kata sang raja dengan nada tinggi.
"Terima kasih atas kebijaksanaan baginda, kejadian ini pasti ada hikmahnya untuk saya", jawab si pembantu pelan.

Siang berganti malam, hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kejadian itu berlalu sekian bulan. Sang raja selalu merenungkan nasib sialnya, sambil menunggu kesembuhan luka pada tangannya. Dan bagaimana kabar si pembantu? ia juga mencoba sabar atas ujian yang telah diberikan.
Nah... setelah luka sang raja sembuh, beliau sangat ingin pergi berburu kembali. Karena berburu memang hobi beliau.
Setelah semua perlengkapan berburunya sudah dipersiapkan. Pagi itu juga beliau berangkat ke hutan. Dalam perjalanan, sejenak ia teringat dengan pembantunya yang selalu setia menemani setiap perburuannya, akan tetapi setiap kali teringat, beliau selalu membuang jauh kenangan itu.

Tanpa sadar beliau sudah berada di tengah hutan. Akan tetapi baru saja beliau turun dari kudanya, tiba-tiba saja dari arah belakang.....
Krusak....!! Krusak...!! Suara semak-semak beradu.
Ada beberapa orang asing dengan pakaian primitif yang menyerangnya. Setelah bertarung beberapa saat, akhirnya beliau menyerah juga karena penyerangnya banyak sekali.
Beberapa saat kemudian beliau dibawa ke sebuah perkampungan. Dengan tangan terikat di belakang, beliau dibawa ke sebuah tiang. terlihat disamping beliau ada kuali besar yang sedang disiapkan untuk memasak sesuatu.

Sambil sesekali melihat sekeliling. Sang Raja dapat melihat dari tatapan mata mereka, nafsu ingin membunuh. Maaf dikoreksi.... nafsu makan yang luar biasa.... Karena Sang Raja juga melihat banyak sekali kerangka manusia di sana. kemudian beliau mengerti, bahwa suku itu adalah suku pemakan manusia alias kanibal.
Beliau gemetar hebat, apalagi ketika ada seseorang dengan tubuh gendut mendatanginya. Maaf buat yang bertubuh agak besar... :) tidak ada maksud apa-apa, karena kesamaan nama maupun bentuk hanya kebetulan belaka.

Lanjut..... dengan sebilah pisau ditangannya, mulailah orang itu memeriksa tubuh Sang Raja.
Keringat dingin mengalir deras dari seluruh tubuh sang raja. mengingat bahwa ia akan dimasak dan dimakan suku primitif tersebut. Akan tetapi ketika si gendut itu memeriksa bagian tangan, ia kaget karena jempolnya hilang. lalu bilang kepada seluruh teman-temannya bahwa korban kita kali ini tidak layak untuk dimakan karena badannya tidak lengkap, dan ada kemungkinan berpenyakit.

Tak lama kemudian, Sang Raja dilepas ikatannya dan disuruh pergi secara tidak hormat dari perkampungan tersebut. Kesempatan tersebut jelas tidak disia-siakan oleh beliau. Dengan secepat-cepatnya ia memacu derap kaki kudanya untuk segera meninggalkan kampung sial itu.

Sesampainya di istana, beliau segera mencari pembantunya yang ditahan di penjara bawah tanah. Saat itu juga pembantunya dibebaskan. "Terima kasih pembantuku, memang benar bahwa semua pasti ada hikmahnya, dahulu kala jikalau engkau tidak menembak jempolku, pastilah aku sudah mati menjadi santapan suku kanibal itu. Maafkan aku yang telah memenjarakanmu berbulan-bulan hingga badanmu menjadi kurus seperti ini".
Si pembantu hanya bisa melongo karena tidak tau cerita yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi setelah mendengarkan cerita secara detail, barulah ia mengerti.
"Baginda, sebenarnya anda tidak perlu meminta maaf kepada saya jika dahulu baginda telah menghukum saya. Justru dengan saya dihukum inilah, saya mengucapkan banyak terima kasih", kata si pembantu.
Sang raja masih keheranan, mengapa si pembantu justru berterima kasih kepadanya. bukankah ia sudah menderita dalam penjara.

Belum tuntas Sang Raja dengan keheranannya. Si pembantu berkata,"Baginda seandainya dahulu engkau tidak menghukumku, pastilah saya sudah mengikuti baginda berburu ke dalam hutan, dan yang jelas hamba pasti sudah meninggal karena dimakan suku primitif tersebut, karena hanya hamba yang memiliki tubuh yang lengkap".
Barulah Sang Raja tersenyum sambil berkata, "Memang benar engkau wahai pembantu setiaku. Bahwa sesungguhnya semua kejadian itu pasti ada hikmahnya".

Nah..... bagaimana?? jelas kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tadi, yup..!! Berfikirlah positif atas masalah yang sedang dihadapi, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin tinggi pula ujian yang diberikan. Hehehe... kalau sekarang kita sedang diberikan masalah yang besar, jangan GR ya... siapa tahu keimanan kita sedang diuji untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
(Fikri Kurniawan)

Pengurus vs Pengawas

Ada yang pernah denger kalimat tersebut ?? Well, as a members of kopma’s Corp. Gw jamin pasti pernah!!, minimal wacananya aja deh..iya ga?! Tapi ada ga’ sih yang ngerti asal muasal+akar masalah yang menyebabkan munculnya fenomena ini??..hehe.statistik menyebutkan 80% responden geleng-geleng kepala, 10% ngilik-ngilik kuping, 5% ngupil sambil sms-an, dan 5% lagi ngucek-ngucek mata..!!? (Nah lho.,ini penelitian apaan..??.) yang jelas banyak dari kita yang menganggap forum, quorum, rapor, raker, rakor, bahkan RAT, sebagai D-Day (istilah untuk hari pertempuran pada perang dunia ke-2).

Bahkan ga’ jarang kesempatan tersebut di pake’ buat memupuk dan menyuburkan konflik personal, maupun intra-personal.(bedanya apa ya..?;) disatu sisi ngotot dengan argumennya, di sisi lain tetep keukeh mempertahankan pendapatnya, syukur-syukur klo bukti dan wacana yang diusung memiliki dasar kompeten, kan bisa nambah pengetahuan, tapi klo ga’ berdasar khan malah ‘tersesat dan menyesatkan’. Klo udah kaya’ gitu, kita perlu bertanya donk..dimanakah sikap profesionalisme dari para akademisi yang katanya intelektual muda penerus generasi bangsa..??(ceileh,..bahasanya.!;) Konflik antara eksekutif dan legislatif, bukan wacana baru dalam dunia organisasi, kita semua pasti ngerti banget..(emang ngerti..?gw ga’ tuh,hehe..!;) ga’ usah ngomongin contoh yang berat-berat deh, di ‘Second home’ kita aja..statistik menyebutkan (nah..lho, statistik lagi deh..!!)90% responden mengatakan ga’ ada masalah antara pengawas dan pengurus..#lho#...5% menanyakan no. Tlp staff (??), 5% bertanya dimana para supervisor?? Sisanya, bingung mau ngapain,??.(nah, makin ga’ nyambung nih..). Ups....kita lupakan saja data statistik!

Back to Main topic.!!well, klo kita fahami lebih jauh, pengawas dan pengurus merupakan Counter Partner, yang harus berjalan seiring dan seirama..disaat pengurus disibukkan dengan tugas eksekutifnya, sekaligus mengembangankan organisasi, ditambah kesibukan akademis yang tak kunjung usai..(Yaelah..ga’ segitu amat kalee..;).otomatis menuntut sistem dan manajemen yang baik, sehingga kadang-kadang visi dan misi utama dalam suatu kepengurusan menjadi sedikit terabaikan,.nah disinilah fungsi pengawas, yang kemudian harus mengingatkan pengurus agar tidak melenceng terlalu jauh..!(keren kan..hehe;) emang sih, kadang dalam implementasinya terlihat seperti saling mencari kesalahan, atau saling menjatuhkan???#lho..# (jangan donk..). dari sisi eksekutif juga harus faham dan mampu mengakomidir kritik, saran, serta masukan dengan lebih bijak..artinya pengurus dan pengawas harus memahami dan konsisten pada misi dan visi yang telah ditetapkan selama masa kepengurusan, dengan meningkatkan profesionalisme, loyalitas, serta totalitas dalam menjalankan fungsinya.

Bagaimana Kopma Corp. bisa berkembang klo konflik internal terus ada, mungkin ini saatnya kita merapatkan barisan, saling mawas diri, untuk kemudian Bangkit, maju ,dan bersatu dibawah bendera Koperasi Mahasiswa UII #MERDEKA...# (apaan coba..;)
(M Firdaus)

Sunday, July 09, 2006

Tentang Kopma UII

Berawal dari keinginan untuk menyediakan kebutuhan mahasiswa melalui usaha yang dikelola oleh mahasiswa sendiri, maka dari sinilah timbul gagasan untuk membentuk suatu badan usaha dari mahasiswa sendiri.
Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia berdiri pada tanggal 17 Juni 1982 dengan nama Koperasi Mahasiswa Daarusslaam. Di dalam perjalanannya Kopma Daarusslaam mengalami banyak hambatan dalam melakukan aktivitasnya, ini terlihat dengan vakumnya aktivitas Kopma Daarussalaam selam kurang lebih sepuluh tahun.

Kemudian diadakanlah rapat persiapan yang dihadiri oleh utusan Senat Mahasiswa seluruh fakultas di lingkungan UII. Hasil rapat ini kemudian ditindak lanjuti pada tanggal 12 – 13 Desember 1995 dengan diadakan rapat pembentukan yang dihadiri oleh pejabat dari Departemen Koperasi, menetapkan AD/ART Kopma UII 1995/1996, sekaligus memilih pengurus, dewan pengawas dan dewan Penasihat (sekarang Pembina) periode pertamanya. Nama Kopma Daarussalaam kemudian diganti dengan nama Kopma UII dan memiliki badan hukum : 1288/BH/XI.Dalam kepengurusan awalnya, Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (Kopma UII) Terletak di Jl. Cik Di Tiro no. 1 Jogjakarta. Kemudian pada tanggal 25 Desember 2002 Kopma UII pindah ke Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang km 14,5 Sleman Jogjakarta.

Kopma UII berusaha eksis dalam kehidupan berorganisasi baik itu non koperasi seperti universitas dan KM UII maupun koperasi seperti HKMY (Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta), FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia).

Khusus untuk HKMY tahun ini, Kopma UII diberi amanat sebagai anggota Dewan Presidium bidang Administrasi dan Hubungan Masyarakat dalam menjalankan keputusan yang telah ditetapkan pada Musyawarah Anggota XII HKMY 4-5 Juli 2005.

Friday, July 07, 2006

Selamat Datang....

Selamat datang di blog nya PSDA Kopma UII yang baru.
Untuk sementara waktu blog ini masih dalam tahap pengerjaan, so ditunggu saran dan kritik kamu demi kemasyuran dan keindahan blog ini. Atau kamu pgn ngirim tulisan ataupun usulan yang berkaitan dgn isi blog ini, kirimin lewat email aja ya==>psda_kopmauii@yahoo.com.
Kasih komentar juga ya lewat Tag Board PSDA!
Ditunggu ya...
Terima Kasihhhh
PSDA Kopma UII

Archives

Shout Us