Makhluk yang Bernama Masalah
Ada sebuah cerita pendek dengan ilustrasi yang menarik, inspired by my friend... sigit. Thanks bro!
Dahulu kala di sebuah kerajaan Takada. Hiduplah seorang raja dengan seorang pembantunya yang sangat bijak lagi setia. si pembantu tersebut terkenal dengan kata-kata "ah, pasti ini ada hikmahnya", karena dia sangat yakin sekali bahwa segala sesuatu yang telah terjadi itu pasti merupakan takdir Allah. Satu hal yang pasti....dimanapun ada raja, pasti disitu ada pembantunya. Mereka berdua sangat akrab sekali, hingga suatu saat...
"Wahai pembantuku, tolong siapkan kuda dan senapan saya. Mari kita pergi berburu", seru sang raja. Dengan bergegas, si pembantu mempersiapkan segala perlengkapannya.
Singkat cerita, mereka berdua sudah berada di hutan untuk melakukan perburuan. Namun sebelum melakukan perburuan, sang raja memerintahkan pembantunya untuk membersihkan senapannya terlebih dahulu.
Dengan perlahan si pembantu mulai membersihkan senapan. mulai dari ujung laras senapan hingga pada akhirnya di bagian pelatuknya. Lalu tiba-tiba "DHUARRR......!!!!", terdengar suara leetupan senapan.
Apa yang terjadi? ternyata karena kecerobohan si pembantu yang membersihkan di bagian pelatuk, meletuslah senapan itu. Tentu saja sang raja yang berada disebelahnya sangat kaget dan berteriak kepada si pembantu, "Hei! apa yang kamu lakukan!!!".
"Ma... maaf baginda, hamba tidak sengaja", jawab si pembantu dengan gemetar. "Untung saja saya tidak kena", kata sang raja sambil memeriksa seluruh anggota badannya. mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala. Akan tetapi... ketika memeriksa kedua tangannya ia sangat terkejut, karena tangan kanannya berlumuran darah. kejadian itu begitu cepat hingga sang raja tidak menyadari bahwa jempol tangan kanannya sudah hilang tertembak senapan.
Seakan tidak percaya, sang raja berteriak dengan emosi yang meluap-luap. "lancang kau! keteledoranmu membuatku harus kehilangan satu buah jariku". "ma.. ma..af baginda, saya rasa kejadian ini sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, pasti ada hikmahnya", jawab si pembantu ketakutan.
"Beraninya kau berkata begitu, hikmah apa!!! jelas-jelas aku kehilangan salah satu jariku, masih bisa berkata pasti ada hikmahnya. oke, ini hikmahnya... masuklah engkau ke dalam penjara bawah tanah dengan hukuman seumur hidup!!", kata sang raja dengan nada tinggi.
"Terima kasih atas kebijaksanaan baginda, kejadian ini pasti ada hikmahnya untuk saya", jawab si pembantu pelan.
Siang berganti malam, hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kejadian itu berlalu sekian bulan. Sang raja selalu merenungkan nasib sialnya, sambil menunggu kesembuhan luka pada tangannya. Dan bagaimana kabar si pembantu? ia juga mencoba sabar atas ujian yang telah diberikan.
Nah... setelah luka sang raja sembuh, beliau sangat ingin pergi berburu kembali. Karena berburu memang hobi beliau.
Setelah semua perlengkapan berburunya sudah dipersiapkan. Pagi itu juga beliau berangkat ke hutan. Dalam perjalanan, sejenak ia teringat dengan pembantunya yang selalu setia menemani setiap perburuannya, akan tetapi setiap kali teringat, beliau selalu membuang jauh kenangan itu.
Tanpa sadar beliau sudah berada di tengah hutan. Akan tetapi baru saja beliau turun dari kudanya, tiba-tiba saja dari arah belakang.....
Krusak....!! Krusak...!! Suara semak-semak beradu.
Ada beberapa orang asing dengan pakaian primitif yang menyerangnya. Setelah bertarung beberapa saat, akhirnya beliau menyerah juga karena penyerangnya banyak sekali.
Beberapa saat kemudian beliau dibawa ke sebuah perkampungan. Dengan tangan terikat di belakang, beliau dibawa ke sebuah tiang. terlihat disamping beliau ada kuali besar yang sedang disiapkan untuk memasak sesuatu.
Sambil sesekali melihat sekeliling. Sang Raja dapat melihat dari tatapan mata mereka, nafsu ingin membunuh. Maaf dikoreksi.... nafsu makan yang luar biasa.... Karena Sang Raja juga melihat banyak sekali kerangka manusia di sana. kemudian beliau mengerti, bahwa suku itu adalah suku pemakan manusia alias kanibal.
Beliau gemetar hebat, apalagi ketika ada seseorang dengan tubuh gendut mendatanginya. Maaf buat yang bertubuh agak besar... :) tidak ada maksud apa-apa, karena kesamaan nama maupun bentuk hanya kebetulan belaka.
Lanjut..... dengan sebilah pisau ditangannya, mulailah orang itu memeriksa tubuh Sang Raja.
Keringat dingin mengalir deras dari seluruh tubuh sang raja. mengingat bahwa ia akan dimasak dan dimakan suku primitif tersebut. Akan tetapi ketika si gendut itu memeriksa bagian tangan, ia kaget karena jempolnya hilang. lalu bilang kepada seluruh teman-temannya bahwa korban kita kali ini tidak layak untuk dimakan karena badannya tidak lengkap, dan ada kemungkinan berpenyakit.
Tak lama kemudian, Sang Raja dilepas ikatannya dan disuruh pergi secara tidak hormat dari perkampungan tersebut. Kesempatan tersebut jelas tidak disia-siakan oleh beliau. Dengan secepat-cepatnya ia memacu derap kaki kudanya untuk segera meninggalkan kampung sial itu.
Sesampainya di istana, beliau segera mencari pembantunya yang ditahan di penjara bawah tanah. Saat itu juga pembantunya dibebaskan. "Terima kasih pembantuku, memang benar bahwa semua pasti ada hikmahnya, dahulu kala jikalau engkau tidak menembak jempolku, pastilah aku sudah mati menjadi santapan suku kanibal itu. Maafkan aku yang telah memenjarakanmu berbulan-bulan hingga badanmu menjadi kurus seperti ini".
Si pembantu hanya bisa melongo karena tidak tau cerita yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi setelah mendengarkan cerita secara detail, barulah ia mengerti.
"Baginda, sebenarnya anda tidak perlu meminta maaf kepada saya jika dahulu baginda telah menghukum saya. Justru dengan saya dihukum inilah, saya mengucapkan banyak terima kasih", kata si pembantu.
Sang raja masih keheranan, mengapa si pembantu justru berterima kasih kepadanya. bukankah ia sudah menderita dalam penjara.
Belum tuntas Sang Raja dengan keheranannya. Si pembantu berkata,"Baginda seandainya dahulu engkau tidak menghukumku, pastilah saya sudah mengikuti baginda berburu ke dalam hutan, dan yang jelas hamba pasti sudah meninggal karena dimakan suku primitif tersebut, karena hanya hamba yang memiliki tubuh yang lengkap".
Barulah Sang Raja tersenyum sambil berkata, "Memang benar engkau wahai pembantu setiaku. Bahwa sesungguhnya semua kejadian itu pasti ada hikmahnya".
Nah..... bagaimana?? jelas kita bisa mengambil pelajaran dari kisah tadi, yup..!! Berfikirlah positif atas masalah yang sedang dihadapi, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin tinggi pula ujian yang diberikan. Hehehe... kalau sekarang kita sedang diberikan masalah yang besar, jangan GR ya... siapa tahu keimanan kita sedang diuji untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
(Fikri Kurniawan)